Connect with us

Logistik

Okupansi 31 Kawasan Industri di Jabar Tetap Rendah

Published

on

Okupansi 31 Kawasan Industri di Jabar Tetap Rendah

Peningkatan Okupansi Kawasan Industri di Jawa Barat

Permasalahan Okupansi Kawasan Industri di Jawa Barat

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat mendorong investasi ke kawasan industri yang saat ini tingkat okupansinya masih terbilang rendah. Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Nining Yulistiani, mengatakan bahwa dari 38 kawasan industri yang ada di Jawa Barat dengan luas mencapai 28.328 hektar lebih, tingkat keterisian tenan di kawasan industri masih rendah. Okupansi baru mencapai 54%, sehingga masih ada tenan yang belum terisi di kawasan tersebut. Bahkan, ada kawasan industri yang belum memiliki tenan sama sekali, seperti di daerah Majalengka, Subang, dan Sukabumi. Rendahnya tingkat okupansi ini dapat menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Faktor Penyebab Rendahnya Okupansi

Rendahnya tingkat okupansi terjadi pada kawasan industri yang relatif baru. Selain itu, dukungan infrastruktur yang belum lengkap seperti ketersediaan air dan energi juga menjadi faktor penyebab rendahnya okupansi. Tingkat promosi yang kurang juga turut mempengaruhi tingkat keterisian tenan di kawasan industri. Untuk mengatasi permasalahan ini, DPMPTSP Jabar telah membuat kesepakatan dengan kawasan industri untuk melakukan promosi bersama.

Manfaat Kawasan Industri yang Terisi Penuh

Dengan sokongan infrastruktur yang lengkap, rantai pasok yang sudah ada, dan dukungan sumber daya manusia, keberadaan kawasan industri dapat memberikan efektivitas, efisiensi, penyerapan tenaga kerja yang lebih efektif, serta pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan industri. Oleh karena itu, peningkatan okupansi kawasan industri di Jawa Barat menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

Tim Editorial DetikLogistik adalah kolektif para profesional berpengalaman yang secara kolektif memiliki lebih dari 100 tahun pengalaman dalam industri logistik dan bisnis. Dengan Erika V. dan S. Susanto sebagai anggota kunci, tim ini diperkaya dengan keahlian dalam berbagai segmen logistik, termasuk manajemen rantai pasokan dan keuangan. Bergabung dengan mereka adalah Andi B., Dian P., Rini H., dan Budi K., yang masing-masing membawa keahlian dan perspektif lokal yang kuat ke dalam campuran. Mereka bersama-sama menyediakan wawasan berharga terhadap tantangan dan peluang yang muncul dalam industri logistik. Tim ini berdedikasi untuk menyediakan informasi berkualitas tinggi dan solusi praktis yang akan membantu Anda dalam mengelola operasi logistik dan memajukan bisnis Anda. Dengan latar belakang yang beragam dan keahlian yang mendalam, Tim Editorial DetikLogistik berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya Anda dalam navigasi dinamika pasar logistik yang terus berubah.

Continue Reading
8 Comments

8 Comments

  1. mustard hitam

    May 20, 2024 at 9:08 am

    Okupansi kawasan industri di Jawa Barat masih rendah, hal ini dapat menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Faktor penyebab rendahnya okupansi antara lain kawasan industri yang baru, infrastruktur yang belum lengkap, dan tingkat promosi yang kurang. Dukungan infrastruktur yang lengkap dapat memberikan efektivitas, efisiensi, penyerapan tenaga kerja yang lebih efektif, serta pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan industri. Bagaimana pemerintah dapat meningkatkan okupansi kawasan industri di Jawa Barat?

  2. Perilaku Manly Reno

    May 21, 2024 at 8:31 pm

    Okupansi kawasan industri di Jawa Barat masih rendah dengan tingkat keterisian tenan baru mencapai 54%. Faktor penyebab rendahnya okupansi antara lain kawasan industri yang baru, infrastruktur yang belum lengkap, dan promosi yang kurang. Peningkatan okupansi kawasan industri penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

  3. Bitmap

    May 23, 2024 at 9:29 pm

    Okupansi kawasan industri di Jawa Barat masih rendah, hal ini dapat menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Apa faktor penyebab rendahnya okupansi?

  4. Putri Asam Asetat

    May 24, 2024 at 10:44 am

    Okupansi kawasan industri di Jawa Barat masih rendah, hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Faktor penyebab rendahnya okupansi antara lain kawasan industri yang baru, infrastruktur yang belum lengkap, dan kurangnya promosi. Peningkatan okupansi kawasan industri menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

  5. Paus Kerajinan Tangan

    May 24, 2024 at 12:01 pm

    Okupansi kawasan industri di Jawa Barat masih rendah, hal ini menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Faktor penyebab rendahnya okupansi antara lain kawasan industri yang relatif baru, infrastruktur yang belum lengkap, dan tingkat promosi yang kurang. DPMPTSP Jabar telah melakukan kesepakatan dengan kawasan industri untuk meningkatkan promosi bersama. Peningkatan okupansi kawasan industri di Jawa Barat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

  6. Lelaki Bersenjata

    May 25, 2024 at 6:52 pm

    Okupansi kawasan industri di Jawa Barat masih rendah, perlu peningkatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apa faktor penyebab rendahnya okupansi tersebut?

  7. Merah Delicious

    July 16, 2024 at 7:30 pm

    Okupansi kawasan industri di Jawa Barat masih rendah, hal ini dapat menjadi hambatan dalam pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Faktor penyebab rendahnya okupansi antara lain kawasan industri yang relatif baru, dukungan infrastruktur yang belum lengkap, dan kurangnya promosi. DPMPTSP Jabar telah melakukan kesepakatan dengan kawasan industri untuk meningkatkan promosi bersama. Peningkatan okupansi kawasan industri di Jawa Barat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

  8. Brandy Keberuntungan

    July 16, 2024 at 9:02 pm

    Okupansi kawasan industri di Jawa Barat masih rendah. DPMPTSP Jabar mendorong investasi untuk meningkatkan okupansi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *