Connect with us

Kargo

Lonjakan Biaya Pengiriman Barang Akibat Konflik di Laut Merah

Lokalisasikan ke dalam Bahasa dan pertahankan arti yang sama:

Published

on

Biaya Logistik Meningkat Tiga Kali Lipat Akibat Konflik di Laut Merah

Kondisi yang Dihadapi Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menghadapi persoalan lonjakan biaya pengiriman barang akibat memanasnya konflik di Laut Merah. Jalur distribusi barang terhambat akibat konflik tersebut.

Pembengkakan Biaya Logistik

Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, mengatakan bahwa angkutan logistik kini menghindari jalur Terusan Suez di Semenanjung Sinai, Mesir. Sejak memanasnya perang Israel-Hamas, biaya logistik mengalami pembengkakan.

“Masalah di Laut Merah ini membuat biaya pengiriman ke daerah naik sampai 3 kali lipat,” kata Jemmy.

Dampak pada Harga Jual

Jemmy tidak memberikan besaran ongkos pengiriman untuk ekspor maupun impor yang dikeluarkan. Namun, lonjakan biaya tersebut dipastikan akan berimbas pada harga jual yang akan ditanggung oleh konsumen.

Pasar Domestik sebagai Solusi

Dalam kondisi ini, pasar domestik menjadi andalan pengusaha. Namun, polemik banjirnya barang impor tekstil dari China masih menganggu serapan produk lokal.

Tuntutan Kebijakan Larangan dan Pembatasan Impor

Jemmy menagih janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan barang impor yang akan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 36/2022 tentang kebijakan dan pengaturan impor.

Advertisement
penghargaan penyedia logistik oleh Detik Logistik

“Sepertinya sekarang seluruh dunia mengamankan pasar dalam negerinya. Semoga aturan Permendag No. 36/2023 bisa berdampak positif,” tuturnya.

Dampak Konflik Laut Merah pada Permintaan dari Eropa

Konflik di Laut Merah juga menyebabkan permintaan lesu dari Eropa karena biaya logistik yang mahal. Angkutan logistik lebih memilih berputar melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan daripada melewati Terusan Suez, Mesir. Akibatnya, biaya dan waktu pengiriman bertambah.

“Sedangkan tujuan ke Amerika baru mulai pulih, harapan kami masih untuk pasar masih di Asia dan Afrika,” ujar Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno.

Tim Editorial DetikLogistik adalah kolektif para profesional berpengalaman yang secara kolektif memiliki lebih dari 100 tahun pengalaman dalam industri logistik dan bisnis. Dengan Erika V. dan S. Susanto sebagai anggota kunci, tim ini diperkaya dengan keahlian dalam berbagai segmen logistik, termasuk manajemen rantai pasokan dan keuangan. Bergabung dengan mereka adalah Andi B., Dian P., Rini H., dan Budi K., yang masing-masing membawa keahlian dan perspektif lokal yang kuat ke dalam campuran. Mereka bersama-sama menyediakan wawasan berharga terhadap tantangan dan peluang yang muncul dalam industri logistik. Tim ini berdedikasi untuk menyediakan informasi berkualitas tinggi dan solusi praktis yang akan membantu Anda dalam mengelola operasi logistik dan memajukan bisnis Anda. Dengan latar belakang yang beragam dan keahlian yang mendalam, Tim Editorial DetikLogistik berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya Anda dalam navigasi dinamika pasar logistik yang terus berubah.

Continue Reading
8 Comments

8 Comments

  1. Pengambil

    January 23, 2024 at 5:27 pm

    Dalam kesimpulan, lonjakan biaya pengiriman barang akibat konflik di Laut Merah merupakan masalah yang perlu ditangani dengan serius. Penerjemahan dalam Bahasa Indonesia tetap mempertahankan arti yang sama dan pentingnya untuk mengatasi masalah ini agar dapat meminimalkan dampak negatifnya terhadap industri pengiriman barang.

  2. 57 Pixel

    January 29, 2024 at 10:29 am

    Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menghadapi masalah lonjakan biaya pengiriman barang akibat konflik di Laut Merah. Jalur distribusi terhambat dan biaya logistik mengalami pembengkakan. Hal ini akan berdampak pada harga jual yang akan ditanggung oleh konsumen. Pasar domestik menjadi solusi, tetapi masih ada polemik banjirnya barang impor tekstil dari China yang mengganggu serapan produk lokal. API menagih janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan impor. Konflik di Laut Merah juga mempengaruhi permintaan dari Eropa karena biaya logistik yang mahal. Tujuan ke Amerika baru mulai pulih, sehingga harapan masih pada pasar Asia dan Afrika.

  3. 9 nyawa

    February 4, 2024 at 3:15 am

    Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menghadapi lonjakan biaya pengiriman barang akibat konflik di Laut Merah. Jalur distribusi terhambat dan biaya logistik mengalami pembengkakan. Hal ini berdampak pada harga jual yang akan ditanggung oleh konsumen. Pasar domestik menjadi solusi, namun masalah banjirnya barang impor tekstil dari China masih mengganggu. API menagih janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan impor. Konflik Laut Merah juga mempengaruhi permintaan dari Eropa karena biaya logistik yang mahal.

  4. orang belgia

    February 4, 2024 at 5:09 am

    Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menghadapi masalah lonjakan biaya pengiriman barang akibat konflik di Laut Merah. Jalur distribusi terhambat dan biaya logistik mengalami pembengkakan. Hal ini berdampak pada harga jual yang akan ditanggung oleh konsumen. Pasar domestik menjadi solusi, namun polemik impor tekstil dari China masih mengganggu serapan produk lokal. Jemmy menagih janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan impor. Konflik di Laut Merah juga mempengaruhi permintaan dari Eropa karena biaya logistik yang mahal.

  5. magoo baru

    February 4, 2024 at 5:14 am

    API menghadapi masalah lonjakan biaya pengiriman barang akibat konflik di Laut Merah. Biaya logistik meningkat akibat konflik tersebut dan berimbas pada harga jual yang akan ditanggung oleh konsumen. Pasar domestik menjadi solusi, tetapi masalah banjirnya barang impor masih mengganggu. API menagih janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan impor. Konflik di Laut Merah juga mempengaruhi permintaan dari Eropa karena biaya logistik yang mahal.

  6. sapiens

    February 5, 2024 at 11:12 am

    Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menghadapi lonjakan biaya pengiriman barang akibat konflik di Laut Merah. Jalur distribusi terhambat dan biaya logistik mengalami pembengkakan. Hal ini berdampak pada harga jual yang akan ditanggung oleh konsumen. Pasar domestik menjadi solusi, namun banjirnya barang impor tekstil dari China masih menganggu serapan produk lokal. API menagih janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan impor. Konflik di Laut Merah juga menyebabkan permintaan lesu dari Eropa karena biaya logistik yang mahal.

  7. Genghis

    February 7, 2024 at 7:21 am

    Lonjakan biaya pengiriman barang akibat konflik di Laut Merah membuat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menghadapi tantangan besar. Jalur distribusi terhambat dan biaya logistik mengalami pembengkakan. Hal ini berdampak pada harga jual yang akan ditanggung oleh konsumen. Meskipun pasar domestik menjadi solusi, banjirnya barang impor tekstil dari China masih menganggu serapan produk lokal. API menagih janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan impor. Konflik Laut Merah juga mempengaruhi permintaan dari Eropa karena biaya logistik yang mahal. Permintaan baru mulai pulih di Amerika, namun harapan masih tertuju pada pasar di Asia dan Afrika.

  8. naga daun semanggi

    March 7, 2024 at 7:11 am

    Lonjakan biaya pengiriman barang akibat konflik di Laut Merah membuat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menghadapi masalah. Jalur distribusi terhambat dan biaya logistik mengalami pembengkakan. Hal ini berimbas pada harga jual yang akan ditanggung oleh konsumen. Meskipun pasar domestik menjadi solusi, polemik banjirnya barang impor tekstil dari China masih mengganggu. API menagih janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan impor. Konflik ini juga menyebabkan permintaan lesu dari Eropa. Apakah Anda setuju dengan permintaan API terkait kebijakan larangan dan pembatasan impor?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *