Connect with us

News

Penjelasan Menkeu tentang Penerimaan Kepabeanan & Cukai yang Terkontraksi

Published

on

Penjelasan Menkeu tentang Penerimaan Kepabeanan & Cukai yang Terkontraksi

Realisasi Pendapatan Negara Hingga Maret 2024 Mencapai Rp493,2 Triliun

Penerimaan Pajak Mencapai Rp342,88 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa realisasi Pendapatan Negara hingga 15 Maret 2024 mencapai Rp493,2 triliun, yang merupakan 17,6% dari target APBN. Adapun penerimaan pajak mencapai Rp342,88 triliun, atau sebesar 17,24% dari target.

Pajak Utama dan Sektor Usaha Tumbuh Positif

Menurut Menkeu, mayoritas jenis pajak utama tumbuh positif, menunjukkan aktivitas ekonomi nasional yang baik dan resilient. Hal ini juga berlaku untuk mayoritas sektor usaha yang tumbuh positif, terutama pada sektor jasa. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi nasional stabil.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Terkontraksi

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp56,5 triliun, atau sebesar 17,6% dari target APBN. Meskipun terkontraksi sebesar 3,2% (yoy), hal ini disebabkan oleh penurunan penerimaan cukai hasil tembakau.

Bea Masuk dan Bea Keluar Tumbuh

Tercatat bahwa Bea Masuk terealisasi sebesar Rp9,9 triliun, yang tumbuh sejalan dengan peningkatan konsumsi masyarakat menjelang puasa dan Lebaran. Sementara itu, Bea Keluar terealisasi sebesar Rp3,3 triliun, yang dipengaruhi oleh kebijakan relaksasi ekspor tembaga.

Penerimaan Cukai Turun

Penerimaan Cukai terealisasi sebesar Rp43,3 triliun, yang mengalami penurunan sejalan dengan penurunan produksi Barang Kena Cukai (BKC), terutama Hasil Tembakau (HT).

Kinerja Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Kinerja pendapatan negara bukan pajak atau PNBP hingga 15 Maret 2024 terjaga baik, mencapai Rp93,5 triliun, atau sebesar 19,0% dari target APBN.

Advertisement
penghargaan penyedia logistik oleh Detik Logistik

Realisasi PNBP SDA dan KND

Realisasi PNBP SDA dipengaruhi fluktuasi harga komoditas sehingga pendapatan SDA migas dan nonmigas melambat masing-masing mencapai Rp17,8 triliun dan Rp22,4 triliun. Sementara itu, realisasi pendapatan KND mencapai Rp6,8 triliun, yang disumbang dari setoran dividen interim BUMN Perbankan.

PNBP Lainnya dan Pendapatan BLU

PNBP lainnya terealisasi sebesar Rp33,4 triliun, terutama diperoleh dari kenaikan pendapatan jasa tenaga, pekerjaan, dan informasi dari kompensasi data wilayah izin usaha pertambangan. Pendapatan BLU mencapai Rp13,1 triliun, dengan peningkatan utamanya disumbang dari pendapatan jasa layanan rumah sakit dan jasa layanan pendidikan.

Surplus APBN 2024

APBN 2024 hingga 15 Maret 2024 mencatatkan surplus sebesar Rp22,8 triliun, yang setara dengan 0,10% PDB. Keseimbangan primer juga tercatat positif sebesar Rp132,1 triliun.

Kinerja Pembiayaan Anggaran

Kinerja pembiayaan anggaran terukur dan terkendali, mencapai Rp72,5 triliun dengan realisasi pembiayaan utang sebesar Rp72,0 triliun. Menkeu memastikan pemenuhan target pembiayaan berjalan on track di tengah kondisi pasar keuangan yang masih volatile.

Risiko Global dan Perlambatan Pendapatan Negara

Menkeu mengingatkan bahwa saat ini risiko global masih tinggi, termasuk tensi geopolitik, serta tantangan digitalisasi ekonomi, perubahan iklim, dan transisi demografi menuju populasi yang menua. Meskipun aktivitas ekonomi domestik terjaga, perlu diantisipasi perlambatan pendapatan negara.

Optimisasi APBN 2024

Sri Mulyani menyatakan bahwa APBN 2024 terus dioptimalkan sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung berbagai agenda pembangunan. Pemerintah akan tetap mewaspadai volatilitas pasar keuangan dan perlambatan pertumbuhan perekonomian dunia.

Advertisement
penghargaan penyedia logistik oleh Detik Logistik

Satria Susanto adalah seorang profesional berpengalaman di bidang logistik, saat ini menjabat sebagai Logistics Operations Manager di PT. Wahana Prestasi Logistik. Dengan latar belakang pendidikan Gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Satria telah menunjukkan kemampuannya dalam mengelola dan mengoptimalkan operasi logistik. Sebelum bergabung dengan PT. Wahana Prestasi Logistik pada Agustus 2017, Satria telah menempati posisi serupa sebagai Operations Manager di Lion Parcel selama lebih dari empat tahun. Pengalamannya yang luas selama hampir satu dekade dalam industri logistik telah membentuknya menjadi seorang ahli dalam mengatur, merencanakan, dan mengimplementasikan strategi operasional yang efisien. Keterampilan Satria dalam mengelola operasi logistik tidak hanya terbatas pada pengetahuan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi dan koordinasi yang efektif, sangat penting dalam menjaga kelancaran rantai pasokan. Berbasis di Jakarta, Indonesia, Satria telah berhasil memimpin timnya untuk mencapai berbagai target operasional, membuktikan kemampuannya sebagai seorang pemimpin yang efektif dan inovatif dalam industri logistik.

Continue Reading
8 Comments

8 Comments

  1. Kaitkan Frenzy

    April 3, 2024 at 11:36 am

    Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, penerimaan pajak mencapai Rp342,88 triliun, menunjukkan aktivitas ekonomi nasional yang baik. Namun, penerimaan kepabeanan dan cukai terkontraksi karena penurunan penerimaan cukai hasil tembakau. Apakah pemerintah memiliki strategi untuk mengatasi penurunan penerimaan cukai tersebut?

  2. Penguasa Lempar Cakram

    April 4, 2024 at 6:03 pm

    Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, realisasi Pendapatan Negara hingga Maret 2024 mencapai Rp493,2 triliun, dengan penerimaan pajak mencapai Rp342,88 triliun. Meskipun demikian, penerimaan Kepabeanan dan Cukai terkontraksi sebesar 3,2% disebabkan oleh penurunan penerimaan cukai hasil tembakau. Bagaimana pemerintah akan mengatasi penurunan pendapatan ini?

  3. XisAlert

    April 4, 2024 at 6:03 pm

    Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, penerimaan pajak mencapai Rp342,88 triliun, menunjukkan aktivitas ekonomi nasional yang baik. Namun, penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi karena penurunan penerimaan cukai hasil tembakau. Apakah pemerintah memiliki langkah-langkah untuk meningkatkan penerimaan cukai?

  4. B @ d B0y

    May 9, 2024 at 4:57 pm

    Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, penerimaan pajak mencapai Rp342,88 triliun, menunjukkan aktivitas ekonomi nasional yang baik. Namun, penerimaan Kepabeanan dan Cukai terkontraksi karena penurunan penerimaan cukai hasil tembakau. Apa langkah yang akan diambil pemerintah untuk mengatasi penurunan pendapatan cukai?

  5. Kue Palomino

    May 31, 2024 at 7:41 am

    Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, penerimaan pajak mencapai Rp342,88 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang positif. Namun, penerimaan kepabeanan dan cukai terkontraksi karena penurunan penerimaan cukai hasil tembakau. Apakah pemerintah memiliki strategi untuk meningkatkan penerimaan cukai?

  6. Tebakan Jigsaw

    July 5, 2024 at 2:07 pm

    Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, penerimaan pajak mencapai Rp342,88 triliun, menunjukkan aktivitas ekonomi nasional yang baik. Namun, penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi akibat penurunan penerimaan cukai hasil tembakau. Apakah pemerintah memiliki strategi untuk mengatasi penurunan penerimaan cukai tersebut?

  7. Eses Twix

    July 6, 2024 at 4:26 pm

    Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan bahwa realisasi Pendapatan Negara hingga Maret 2024 mencapai Rp493,2 triliun, yang merupakan 17,6% dari target APBN. Penerimaan pajak mencapai Rp342,88 triliun, atau sebesar 17,24% dari target. Meskipun demikian, penerimaan Kepabeanan dan Cukai terkontraksi sebesar 3,2% (yoy) karena penurunan penerimaan cukai hasil tembakau. Apakah pemerintah memiliki strategi untuk mengatasi penurunan pendapatan dari sektor ini?

  8. Jari Lumpur

    July 10, 2024 at 5:47 pm

    Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, penerimaan pajak hingga Maret 2024 mencapai Rp342,88 triliun, menunjukkan pertumbuhan positif. Namun, penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi karena penurunan penerimaan cukai hasil tembakau. Apakah pemerintah memiliki strategi untuk mengatasi penurunan penerimaan cukai?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *